MANAJEMEN INDUSTRI DAN PROYEK
BAB
I : MANAJEMEN KOMUNIKASI
PROYEK
SUBBAB
IV : SCOPE VERIFICATION
KELAS
C
KELOMPOK
4
Nama Anggota :
1.
Fariz Hasbi A. (21060112130068)
2.
Rian Adi
Wirawan (21060112130134)
3.
Khoe Happy G. (21060112130143)
4.
Dinar Aji
Pinujul (21060112130148)
5.
Mohamad Isnaeni
R. (21060112130151)
6.
Fajar Dwi
Santoso (21060112140156)
7.
Ananto Rizkiadi (21060112140157)
8.
Annisa Nur F. (21060112140166)
9.
Nanda Ariawan
Putra (21060112140167)
10. Antonius Rudi K (21060112140170)
11. Muh. Ilham M. (21060112140171)
12. Muh. Miftahul Falah (21060112140180)
13. Haikal Alfaro R. (21060112140183)
14. Muhamad Rizky Fajar (21060112140190)
15.Muhammad Hakim Maulana (21060112140192)
16.Kusumo Tri Atmojo (21060112140194)
17.Abshar Hamidan (21060112140178)
18. Muhammad Irfan Dzakwan (21060112140154)
Scope
Verification (Verifikasi Lingkup)
Lingkup
verifikasi adalah proses mendapatkan penerimaan formal lingkup proyek oleh
stakeholder (sponsor, klien, pelanggan, dll). Hal ini dibutuhkan meninjau hasil
penyerahan dan untuk memastikan bahwa semua diselesaikan dengan benar dan
memuaskan. Jika proyek dihentikan lebih awal, proses verifikasi lingkup harus
menetapkan dokumen, tingkat dan sejauh apa penyelesaian proyek. Lingkup
verifikasi berbeda dari kontrol kualitas, lingkup verifikasi berkaitan dengan
penerimaan hasil kerja sementara kontrol kualitas berkaitan dengan kebenaran
dari hasil kerja. Proses ini umumnya dilakukan secara paralel untuk memastikan
ketepatan dan penerimaan.
4.1 Input Lingkup Verifikasi
1. Dokumentasi
Hasil
Dokumentasi
kerja adalah kiriman hasil kerja yang telah sepenuhnya atau sebagian
diselesaian yang merupakan output dari pelaksanaan rencana proyek
2. Dokumentasi
Produk
Dokumentasi
produk berfungsi untuk menggambarkan produk proyek yang harus tersedia untuk
diperiksa. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan dokumentasi ini
bervariasi (rencana, spesifikasi, dokumentasi teknis, gambar, dll) berdasarkan
area atau wilayah aplikasinya.
3. Struktur
Perincian Pekerjaan (Work Breakdown Structure, WBS)
WBS
adalah pengelompokan penyampaian yang berorientasi pada komponen proyek yang
mengatur dan menentukan total ruang lingkup proyek. WBS berada diluar lingkup
dari proyek, WBS sering digunakan untuk mengembangkan atau mengkonfirmasi
pemahaman umum dari lingkup proyek.
Setiap
penurunan tingkat mewakili bagian-bagian proyek yang semakin terperinci. Setiap
poin di WBS umumnya ditujukan sebagai identifier yang unik, keseluruhan dari
identifier ini dapat menyediakan sebuah struktur untuk sebuah hierarki
penjumlahan dari biaya dan sumber daya. WBS membantu dalam mendefinisikan ruang
lingkup dan harus digunakan untuk memverifikasikan proyek pekerjaan.
4. Lingkup
Pernyataan
Lingkup
pernyataan memberikan dasar dokumentasi untuk membuat keputusan terhadap masa
depan proyek dan untuk mengkonfirmasi atau mengembangkan pemahaman bersama dari
lingkup proyek antara para stakeholder.
Pernyataan
lingkup, baik secara langsung maupun tidak langsung, harus mencakup:
·
Pembenaran Proyek, berfungsi untuk
mengevaluasi pengeluaran masa depan proyek
·
Produk Proyek, mendeskripsikan produk
·
Pengiriman Proyek, daftar ringkasan
tingkat sub-produk yang penuh dan dilakukan pengiriman yang menandai selesainya
proyek
·
Tujuan Proyek, kriteria kuantitatif yang
harus dipenuhi untuk proyek agar dianggap berhasil. Tujuan proyek harus
menyertakan setidaknya: biaya, jadwal dan kualitas tindakan. Tujuan proyek
harus memiliki atribut, metric, dan nilai relative/mutlak.
Dari
fungsi diatas, lingkup pertanyaan menjadi salah satu detail untuk diverifikasi.
5. Perencanaan
Obyek
Perencanaan
obyek merupakan salah satu fungsi vital dalam kegiatan manajemen proyek.
Perencanaan dikatakan baik bila seluruh proses kegiatan yang ada didalamnya
dapat diimplentasikan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan
dengan tingkat penyimpangan minimal serta hasil akhir maksimal. Aktifitas yang
dikerjakan setelah perencanaan proyek disetujui:
·
Penentuan tujuan proyek dan
kebutuhan-kebutuhannya.
·
Menguraikan dan mendaftar pekerjaan yang
diperlukan untuk mencapai tujuan proyek.
·
Merancang organisasian proyek untuk
menentukan departemen yang ada, sub-kontraktor yang diperlukan dan manajer yang
bertanggung jawab terhadap aktivitas pekerjaan yang ada.
·
Membuat jadwal untuk setiap aktivitas
pekerjaan untuk memperlihatkan waktu, batas selesai dan milestone tiap aktivitas.
·
Merencanakan anggaran dan sumber daya
yang dibutuhkan. Rencana ini akan
memberikan informasi mengenai jumlah sumber daya dan waktu untuk setiap
aktivitas pekerjaan.
·
Ramalan mengenai waktu, biaya, dan
pelaksanaan penyelesaian proyek.
Dari
penjelasan tersebut, perencanaan obyek menjadi salah satu detail untuk
diverifikasi.
6. 4.2
Perencanaan Obyek
1. Inspeksi
Inspeksi
meliputi kegiatan seperti mengukur, memeriksa dan melakukan pengujian untuk
menentukan apakah hasil proyek sesuai dengan persyaratan yang ada. Berbagai
inspeksi disebut ulasan, review produk, audit dan penelusuran. Dalam beberapa
area aplikasi, banyak istilah-istilah yang berbeda-beda memiliki arti yang
sempit dan spesifik.
4.3 Output Lingkup Verifikasi
1. Penerimaan
Formal
Dokumentasi bahwa
stakeholder telah menerima produk dari fase proyek atau fase siap
didistribusikan. Penerimaan tersebut biasanya bersyarat, terutama pada akhir
fasenya.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar